ANALISIS PERBEDAAN INDIVIDU PADA PESERTA DIDIK
A. Pendahuluan
Seperti yang diketahui tidak ada satupun manusia yang sama persis, walaupun kedua nya adalah kembar. Pasti terdapat perbedaan di antaranya kedua, mulai dari bentuk fisik hingga sifat atau sikap yang terdapat pada kedua individu tersebut. Dalam dunia pendidikan sangat penting bagi guru untuk mengetahui karakteristik dari individu peserta didik karena akan menentukan model dan metode apa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya pengetahuan tentang hal ini, guru akan menyesuaikan cara atau metode pengajarannya sesuai dengan tahap perkembangan dari masing-masing individu peserta didik.
Dari berbagai perbedaan individu yang ada maka akan dikelompokkan ke dalam tiga kategori besar yaitu:
1. Perbedaan internal pada siswa
2. Perbedaan sosial ekonomi
3. Perbedaan kebudayaan.
B. Pembahasan
1. Perbedaan internal siswa
a. Perbedaan intelegensia
Intelegensia merupakan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau belajar dati pengalaman. Dimana manusia hidup dan berinteraksi didalam lingkungannya yang kompleks untuk itu ia memerlukan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pengertian lainnya menurut Piaget adalah Intelegnsia diartikan sama dengan kecerdasan, yaitu seluruh kemampuan berpikir dan bertindak secara adaptif, termasuk kemampuan mental yang kompleks seperti berpikir, mempertimbangkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan menyelesaikan persoalan-persoalan.
Intelegensia pada peserta didik akan terus berkembang seiring dengan waktu. Dari pendapat ini bahwa hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain :
1. Bertambahnya informasi yang disimpan (di dalam otak) seseorang sehingga ia mampu berpikir reflektif.
2. Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan untuk memecahkan suatu masalah, sehingga seseorang dapat berpikir proporsional.
3. Adanya kebebasan berpikir menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal, kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan dan menunjang keberanian anak dalam memecahkan suatu masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi, sehingga terdapat perbedaan intelegensi seseorang dengan yang lain ialah:
1. Pembawaan, Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan cirri yang dibawah sejak lahir. Batas kesangupan kita yakni dapat tidaknya memecahkan suatu soal, pertama ditentukan oleh pembawaan kita.Orang itu ada yang pintar ada pula yang bodoh. Sekalipun menerima latihan dan pelajaran yang sama, perbedaan-perbedaan itu masih tetap ada.
2. Kematangan, tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ(fisik maupun non fisik) dapat dikatakan telah matang jika telah mencapai kesangupan menjalangkan fungsinya masing-masing. Anak tidak dapat memecahkan soal-soal tertentu karena soal-soal itu masih terlampau sukar baginya.Organ-organ tubuhnya dan fungsi-fungsi jiwanya masih belum matang untuk mengenai soalitu dan kematangan erat hubungannya dengan umur.
3. Pembentukan, pembentukan ialah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Dapat kita bedakan pembentukan sengaja seperti yang dilakukan disekolah-sekolah) dan pembentukan tidak sengaja (pengaruh alam sekitar)
4. Kebebasan, kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. Manusia mempunyai kebebasan memilih metode juga bebas dalam memilih masalah sesuati dengan kebutuhannya. Dengan adanya kebebasan ini berarti bahwa minat itu tidak selamanya menjadi syarat dalam pembentukan intelegensi.
Dari uraian di atas, dapat dikatakan intelengensia merupakan salah satu yang membedakan individu dengan yang lainnya. Ada individu yang intelegensia yang bagus sehingga dapat dengan mudah menerima materi pelajaran namun juga sebaliknya ada individu yang intelegensia yang kurang sehingga sulit menerima dari yang disampaikan. Disini peran kunci seorang guru untuk dapat melihat adanya perbedaan ini sehingga murid yang memiliki intelegensia kurang tidak merasa tersisihkan karena guru hanya memperhatikan peserta didik yang intelegensianya bagus.
b. Perbedaan emosional
Perbedaan emosional disini menunjukkan kemapuan peserta didik dalam melakukan sosialisasi dengan sesama teman ataupun dengan lingkungannya. Peserta didik yang memiliki tingkat emosional yang bagus akan dengan mudah berbaur dengan lingkungannya. Individu ini menjadi pribadi yang menarik sehingga disukai oleh teman maupun gurunya. Namun sebaliknya, individu yang memiliki masalah dengan emosionalnya menjadi cenderung untuk diam dan ekslusif. Tidak senang berinteraksi dengan sesama teman ataupun gurunya. Diharapkan kepada guru untuk memberikan perhatian lebih kepada individu ini agar proses pembelajaran tidak menjadi sia-sia karena anak sendiri sedang dalam masalah.
c. Bakat (aptitude), bakat mempengaruhi perkembangan individu. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya. Untuk mengetahui bakat itu perlu diadakan tes bakat (aptitude test) pada waktu mereka mulai bersekolah. Bakat turut menentukan perbedaan hasil belajar, sikap, minat, dan lain-lain. Dalam kelas, setiap individu memiliki bakatnya masing-masing. Tugas seorang guru untuk mengarahkan peserta didik agar dapat mengasah bakatnya sehingga kelak dapat digunakan sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupannya.
d. Perbedaan bahasa
Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbaha sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan serta faktor fisik (organ bicara).
2. Perbedaan sosial ekonomi
Persoalan sosial dan ekonomi peserta didik akan sangat berkaitan dengan kondisi keluarga dan masyarakat tempat dimana peserta didik menghabiskan waktunya. Keluargalah yang memiliki pengaruh dominan disini. Perbedaan yang paling kontras pada individu adalah kondisi perekonomian keluarga. Tak bisa dipungkiri bahwa peserta didik memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda. Ada yang berasal dari keluarga kaya, menengah, menengah ke bawah dan bahkan ada dari keluarga miskin. Perbedaan ini tidak boleh dijadikan alasa untuk mengkotak-kotakan peserta didik. Di lingkungan sekolah peserta didik harus di perlakukan sama agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Untunglah pada saat ini ada kebijakan disekolah yang mengharuskan peserta didik untuk menggunakan seragam ketika pergi ke sekolah.
Guru harus memandang peserta didik sama, tidak boleh ada perbedaan perlakuan di antara sesama mereka. Guru diharapkan dapat menanamkan sikap toleransi dan saling menghargai antar peserta didik. Yang kaya tidak melecehkan atau mendikreditkan yang miskin begitu pula sebaliknya. Kondisi kelas harus kondusif agar proses pembelajaran berlansgung dengan lancar.
3. Perbedaan budaya
a. Perbedaan agama atau kepercayaan
Peserta didik berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Salah satunya adalah agama atau kepercayaan meraka. Dalam satu kelas biasa ada tiga atau empat agama yang berbeda-beda. Perbedaan ini tentunya tidak menjadi penghambat peserta didik untuk saling mengenal sesamanya. Dibutuhkan rasa saling menghormati dan toleransi antar peserta didik. Keberagaman bisa menjadi keuntungan jika bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam proses pembelajaran.
b. Perbedaan ras atau etnis
Indonesia adalah negara yang memiliki ratusan suku dan budaya. Otomatis peserta didik pada suatu sekolah akan membawa identitas suku atau etnis masing-masing. Ada yang madura, jawa, tiong hoa, melayu,dll. Perbedaan ini harus dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Pengelolaannya akan tergantung dari sikap guru dalam memandang peserta didik dengan berbagai macam latar belakang suku dan etnis tersebut.
c. Perbedaan keluarga
Keadaan Keluarga, keadaan keluarga besar pengaruhnya terhadap individu, dan oleh karenanya terjadi perbedaan individual yang dilaterbelakangi perbedaan keadaan keluarga. Pengaruhnya terjadi pada perbedaan dalam hal-hal pengalaman sikap, apresiasi, minat, sikap ekonomis, cara berkomunikasi, kebiasaan berbicara, hubungan kerjasama, pola pikir, dan lain-lain. Perbedaan dalam hal-hal tersebut mempengaruhi tingkah laku dan perubahan belajar sekolah;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar